<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Maryadi Official Blog</title>
	<atom:link href="http://maryadi.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maryadi.web.id</link>
	<description>Berkah Berlimpah. Amiin</description>
	<lastBuildDate>Wed, 12 Oct 2011 07:41:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Be Positive : Triple Filter Test</title>
		<link>http://maryadi.web.id/2011/10/be-positive-triple-filter-test/</link>
		<comments>http://maryadi.web.id/2011/10/be-positive-triple-filter-test/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 07:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maryadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maryadi.web.id/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan sangat terhormat. Suatu hari seorang kenalannya bertemu denga filsuf besar itu dan berkata,&#8221;Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?&#8221; &#8220;Tunggu sebentar,&#8221; Socrates menjawab. &#8220;Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut Triple Filter Test. Filter petama adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://maryadi.web.id/wp-content/uploads/2011/10/bepositif2.jpg"><img class="size-full wp-image-18 alignleft" src="http://maryadi.web.id/wp-content/uploads/2011/10/bepositif2.jpg" alt="" width="186" height="139" /></a>Di Yunani kuno, Socrates terkenal memiliki pengetahuan yang tinggi dan<br /> sangat terhormat.</p>
<p>Suatu hari seorang kenalannya bertemu denga filsuf besar itu dan berkata,&#8221;Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang teman Anda?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tunggu sebentar,&#8221; Socrates menjawab. &#8220;Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya, saya akan memberikan suatu test sederhana yang disebut Triple Filter Test.</p>
<p>Filter petama adalah KEBENARAN.</p>
<p>&#8220;Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak,&#8221; jawab orang itu, &#8220;Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Baik,&#8221; kata Socrates. &#8220;Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan filter yang kedua.</p>
<p>Filter ke 2, KEBAIKAN.</p>
<p>Apakah yang akan Anda katakan tentang teman saya itu sesuatu yang baik?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak, malah sebaliknya&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;Jadi,&#8221; Socrates melanjutkan, &#8220;Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda  tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi, masih ada satu filter lagi, yaitu filter ke 3.</p>
<p>Filter ke 3, KEGUNAAN.</p>
<p>Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang teman saya itu berguna bagi saya?&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak, sama sekali tidak.&#8221;</p>
<p>&#8220;Jadi,&#8221; Socrates menyimpulkannya, &#8220;bila Anda ingin menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, bukan tentang kebaikan,dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus menceritakan itu kepada saya?&#8221;</p>
<p>Itulah sahabat mengapa Socrates dianggap filsuf besar dan sangat terhormat.</p>
<p>Sebuah metode yang bernama Triple Filter Test ini pada prinsipnya adalah untuk menguji apakah suatu informasi itu BENAR, berisi tentang KEBAIKAN, dan BERGUNA untuk kita. Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN positif, tidak perlu kita terima atau kita sampaikan. Dan apabila kita terlanjur mendengarnya, jangan sampaikan pada orang lain, dan jangan menyakiti hati orang lain. Sungguh ini adalah merupakan bentuk sikap positif yang perlu kita bentuk dan pelihara.</p>
<p>Semoga bermanfaat. Barakallahu lakum.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maryadi.web.id/2011/10/be-positive-triple-filter-test/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan Kau Tangkap Kupu-kupu, Tapi Bangunlah Taman Bunga</title>
		<link>http://maryadi.web.id/2011/10/jangan-kau-tangkap-kupu-kupu-tapi-bangunlah-taman-bunga/</link>
		<comments>http://maryadi.web.id/2011/10/jangan-kau-tangkap-kupu-kupu-tapi-bangunlah-taman-bunga/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 07:11:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maryadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maryadi.web.id/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Tersebutlah si A, yang sangat kagum dan mencintai kupu-kupu. Dia sangat ingin memiliki dan bermain dengan kupu-kupu. Maka mulailah ia mencari dimana dia dapat menangkap kupu-kupu. Hari pertama ia bersusah payah berlari, mengejar, dan menangkap kupu-kupu. Tertankap satu! Dia simpan di kandang yang telah disiapkan. Besok harinya begitu pula yang ia kerjakan. Dapat 2 ekor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://maryadi.web.id/wp-content/uploads/2011/10/kupu.jpg"><img class="size-full wp-image-14 alignleft" src="http://maryadi.web.id/wp-content/uploads/2011/10/kupu.jpg" alt="" width="186" height="139" /></a>Tersebutlah si A, yang sangat kagum dan mencintai kupu-kupu. Dia sangat ingin memiliki dan bermain dengan kupu-kupu. Maka mulailah ia mencari dimana dia dapat menangkap kupu-kupu. Hari pertama ia bersusah payah berlari, mengejar, dan menangkap kupu-kupu. Tertankap satu! Dia simpan di kandang yang telah disiapkan. Besok harinya begitu pula yang ia kerjakan. Dapat 2 ekor hari itu, lalu disimpannya di kandang.</p>
<p>Hari berikutnya semakin mahir dia menangkap kupu. Tertangkap 3, 5, 10 ekor kupu. Bahkan si A semakin pintar, tidak lagi menggunakan tangan kosong untuk menangkap kupu, dia sudah mulai menggunakan jaring sehingga semakin mudah dan semakin banyak kupu-kupu dapat ditangkap. Tidak berhenti disitu, dia pun mulai mengerahkan orang lain untuk membantunya menangkap kupu-kupu. Maka semakin banyaklah kupu-kupu si A di kandang, berjumlah 1000 ekor.</p>
<p>Satu hari, si A ingin bermain-main dengan satu ekor kupu-kupu yang ada di kandangnya. Namun ketika ia ingin membuka pintu kandang untuk mengambil 1 ekor kupu disana, ada kecemasan mulai merasuk. Ada ketakutan yang ia rasakan setiap kali akan membuka pintu kandang. Mengapa dia merasa takut? Ya&#8230;dia takut ketika membuka kandang , kupu-kupu yang lain akan ikut keluar. Kupu-kupu yang susah payah ia kumpulkan akan ikut  terbang sehingga akan kosong kembali kandangnya.</p>
<p>Maka jadilah ia gagal bermain dan menikmati kupu-kupu yang dicintainya.</p>
<p>Lain halnya dengan si B. Dia juga pecinta kupu-kupu. Namun si B tidak berlarian menggunakan jaring untuk menangkap kupu. Tapi yang dia lakukan adalah mencangkul dan menanam bunga. Ya&#8230;yang dia lakukan adalah membangun taman bunga, dengan warna-warni kembang yang indah dan semerbak.</p>
<p>Memang agak lama dia membangun sampai taman itu jadi. Namun ketika taman itu mulai berbunga, maka mulailah kupu-kupu datang dengan sendirinya. Semakin banyak bunga yang mekar, semakin banyak kupu-kupu datang menghampiri. Dan si B mulai menikmati bermain dengan kupu-kupu yang berdatangan di tamannya.</p>
<p>Kupu-kupu itu datang dan pergi,  selalu berganti-ganti. Namun ketika ada kupu-kupu yang pergi dari tamannya, tiada satu kekhawatiranpun yang dirasakan si B. Karena toh kupu-kupu itu datang sendiri, dan ia yakin  ada kupu-kupu lain lagi yang akan datang kembali di tamannya. Maka berbahagialah si B bermain dengan kupu-kupu di tamannya.</p>
<p>Siapakah si A dan si B? Tak lain adalah kita. Dan kupu-kupu adalah ibarat uang dan harta. Betapa kita selalu bersusah payah mengejar dan mengumpulkan uang, harta dan kekayaan seperti si A. Dan ketika ketuka harta kekayaan itu banyak kita kumpulkan, disaat itu kita juga mulai dirasuki kecemasan akan kehilangan harta dan uang kita.</p>
<p>Maka begitulah, ketika membangun rumah, kita bangun pula pagar yang kokoh. Ketika kita beli motor, kita siapkan rantai dan gembok. Ketika kita beli mobil, kita siapkan garasi yang memadai. Tak lain hal ini kita lakukan karena kita cemas akan kehilangan harta-harta kita yang sudah susah payah kita kumpulkan itu. Apakah itu salah ? Tentu tidak&#8230;&#8230;.!!</p>
<p>Tapi tengoklah si B, ketika ia membangun taman, maka kupu itu, uang dan harta itu, datang dengan sendirinya. Dan tiada kekhawatiran ketika &#8220;kupunya&#8221; keluar, karena yakin akan ada yang datang lagi, bahkan lebih banyak.  Begitulah seharusnya kita menjadi si B.</p>
<p>Bahwa rezeki kita percaya sudah ada yang mengatur. Sesungguhnya setiap kita telah dicukupkan rezekinya oleh Allah. Tinggal bagaimana kita berusaha menjemput rezeki kita. Rezeki bukan untuk dicari, tapi untuk dijemput. Karena rezeki adalah milik Allah, maka kita harus menggunakan cara-cara yang diridhai Allah untuk menjemputnya. Maka perlu dibangun dalam diri kita fondasi-fondasi syariat. Kita cangkul dan tanami hati kita dengan sifat-sifat Allah yang rahman, rahim, fathah, rozak, ghafur, amanah,ikhlas dan lain-lain.</p>
<p>Maka jadilah taman hati kita mengiringi langkah kita menjemput karunia Allah. Kita bekerja dengan 3 landasaan, yaitu posiif thinking dangan selalu berhuznudhon (barbaik sangka kepada Allah) bahwa yang Allah berikan kepada kita saat ini adalah yang terbaik untuk kita. Kedua adalah positif feeling yaitu bekerja bersama Allah, bahwa Allah selalu bersama kita, menyaksikan ikhtiar terbaik kita dan akan selalu siap sedia membantu kita. Dan ketiga adalah positif motivation yaitu kita bekerja untuk beribadah dan mengabdi kepada Allah. Inilah taman bunga hati yang melandasi setiap usaha kita menjemput rezeki-Nya sehingga Allah akan menghantarkan &#8220;kupu-kupu&#8221; datang kepada kita karena ridho Allah semata yang kita tuju. Insya Allah.</p>
<div>
<p>Wallahua&#8217;lam bisshawaf.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maryadi.web.id/2011/10/jangan-kau-tangkap-kupu-kupu-tapi-bangunlah-taman-bunga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meraih Target Dan Impian  Dengan Cepat Melalui Jalur Tol</title>
		<link>http://maryadi.web.id/2011/10/meraih-target-dan-impian-dengan-cepat-melalui-jalur-tol/</link>
		<comments>http://maryadi.web.id/2011/10/meraih-target-dan-impian-dengan-cepat-melalui-jalur-tol/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 06:52:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maryadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maryadi.web.id/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Bagi Anda yang tinggal di kota besar tentu tidak asing lagi dengan kemacetan lalu-lintas. Apalagi seperti kota Jakarta, Surabaya, Bandung, dan lain-lain, kemacetan sudah menjadi bagian rutinitas keseharian penduduknya. Maka kemudian dibangunlah jalan-jalan tol baik di dalam kota maupun penghubung antar kota. Tak lain tujuannya adalah untuk memperlancar arus lalu-lintas kota. Namun disisi lain saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://maryadi.web.id/wp-content/uploads/2011/10/toll.jpg"><img class="size-full wp-image-11 alignleft" style="margin: 2px" src="http://maryadi.web.id/wp-content/uploads/2011/10/toll.jpg" alt="" width="186" height="139" /></a>Bagi Anda yang tinggal di kota besar tentu tidak asing lagi dengan kemacetan lalu-lintas. Apalagi seperti kota Jakarta, Surabaya, Bandung, dan lain-lain, kemacetan sudah menjadi bagian rutinitas keseharian penduduknya. Maka kemudian dibangunlah jalan-jalan tol baik di dalam kota maupun penghubung antar kota. Tak lain tujuannya adalah untuk memperlancar arus lalu-lintas kota.</p>
<p>Namun disisi lain saya meihat adanya makna yang bisa kita petik dibalik fenomena kemacetan lalu-lintas kota dengan kelancaran jalan tol. Kalau kita bandingkan dua kondisi jalan tersebut adalah, jalan raya kota cenderung macet, padat, lambat. Sedangkan jalan tol adalah (secara umum) lancar, lapang dan cepat.</p>
<p>Apa yang bisa kita maknai dari dua kondisi ini, dan apa hubungannya dengan meraih impian. Mari kita cermati. Kenapa jalan raya kota cenderung macet, padat, dan lambat. Hal ini disebabkan karena banyak faktor, misalnya karena banyaknya kendaraan, banyaknya belokan, perempatan, lampu merah, jalan yang berlubang, berbagai macam jenis kendaran dengan kemampuan laju yang berbeda-beda seperti mobil, motor, becak, sepeda, andong/delman, dan lain-lain. Semua faktor ini membantu menyebabkan j keruwetan dan kelambatan jalan raya.</p>
<p>Tapi hal yang paling berpengaruh pada lambatnya jalan raya sebenarnya adalah TUJUAN YANG BERBEDA-BEDA dari tiap-tiap orang yang melaluinya. Ada orang yang akan ke pasar, ada yang ke kantor, ada yang ke sekolah, ada yang mau belok ke ATM, ada yang mau menyebrang ke rumah sakit, ada yang belok ke pom bensin, ada yang mau makan ke restoran, ada yang mau ke mall, dan 1001 tujuan lain yang berbeda-beda. Dan sangat mungkin tujuan anda juga berbeda dengan orang-orang di kanan kiri depan belakang Anda. Perbedaan tujuan inilah yang menyebabkan kita tidak bisa memacu kendaraan kita 100 km/jam di jalanan kota.</p>
<p>Sekarang coba kita tengok  jalan tol. Disana jalanan cenderung lurus, halus, lapang, lancar, dan kita dapat melaju kencang. Tetapi apa sesungguhnya faktor yang menyebabkan kita dapat melaju kencang di jalan tol? Yaitu karena semua pengendara disana mempunyai TUJUAN YANG SAMA yaitu pintu tol berikutnya. Begitu pula di arena balap F1 ataupun SuperBike semua pesertanya melaju kencang sekencang-kencangnya, karena semua peserta memiliki  SATU TUJUAN YANG SAMA, mempunyai target yang sama, goal yang sama yaitu garis finish.</p>
<p>Apa maknanya terhadap impian dan target Anda? Ketika Anda, atau bisnis anda, atau perusahaan anda menetapkan target, maka pastikan bahwa semua orang di tim Anda, di perusahaan anda mempunyai target yang sama, mempunyai impian yang sama. Pastikan anggota keluarga Anda mempunyai impian keluarga yang sama. Pastikan  orang-orang yang bekerja dengan Anda mempunyai target yang sama, mempunyai kepentingan yang sama. Karena sesungguhnya kesamaan visi, misi, goal maupun dream akan mengoptimalkan usaha tiap orang didalamnya dan menimbulkan percepatan laju anda menuju impian Anda.  Dan sebaliknya, tujuan yang tidak kompak, target yang tidak sama, akan menimbulkan kelambanan tim.</p>
<p>Dalam bahasa lain hal ini dikatakan oleh motivator Ippho Santosa dalam bukunya 7 Keajaiban Rezeki sebagai Keselarasan Impian. Bila Anda mempunyai dream dalam keluarga Anda, maka pastikan semua anggota keluarga juga mempunyai tujuan yang selaras dengan Anda, maka insya Allah impian anda akan lebih cepat tercapai. Dalam bahasa agama, keselarasan tujuan ini juga digambarkan dengan sholat berjamaah. Dimana dalam sholat berjamaah semua orang mempunyai tujuan yang sama yaitu menegakkan sholat Dhuhur misalnya, atau sama-sama sholat Ashar misalnya. Tidak ada dalam sholat berjamaah yang mempunyai niat sholat yang berbeda-beda. Itulah mengapa Allah memberikan nilai lebih pada sholat jamaah dengan pahala 27 kali lipat.</p>
<p>So,  satukan tujuan, raih impian Anda dengan cepat. Insya Allah.</p>
<p>Wallahua&#8217;lam bisshowaf.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maryadi.web.id/2011/10/meraih-target-dan-impian-dengan-cepat-melalui-jalur-tol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Percikan Spirit</title>
		<link>http://maryadi.web.id/2011/10/percikan-spirit/</link>
		<comments>http://maryadi.web.id/2011/10/percikan-spirit/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2011 06:16:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Maryadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maryadi.web.id/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Sekuat kuat ikatan IMAN = BERSAHABAT karena Allah, BERMUSUHAN karena Allah, MENCINTAI karena Allah, dan MEMBENCI karena Allah&#8221; [ HR Thabrani ]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>&#8220;Sekuat kuat ikatan IMAN = BERSAHABAT karena Allah, BERMUSUHAN karena Allah, MENCINTAI karena Allah, dan MEMBENCI karena Allah&#8221; [ HR Thabrani ]</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maryadi.web.id/2011/10/percikan-spirit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

